Wartajombang.com— Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama mengumumkan tiga nama yang lolos dari verifikasi aturan dan tata tertib pemilihan untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031. Pengumuman ini menjadi langkah kunci sebelum proses penetapan resmi yang dilakukan oleh lembaga Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Tiga kandidat yang dinyatakan memenuhi syarat adalah:
No. Nama Calon Keterangan
01 KH. Imam Jazuli Lolos Verifikasi
02 KH. Abdul Ghaffar Rozin Lolos Verifikasi
03 KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) Lolos Verifikasi
Ketiga nama ini telah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administratif, aturan, dan tata tertib pemilihan yang berlaku dalam Muktamar ke-35 NU. Selanjutnya, AHWA yang telah terpilih resmi memulai proses musyawarah untuk menentukan satu nama yang akan ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.
Proses ini berjalan sesuai dengan mekanisme baru yang disepakati pada Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU pada dini hari Ahad, 30 Agustus 2026. Sistem pemilihan langsung one man one vote telah diganti dengan mekanisme yang mengutamakan prinsip syura (musyawarah):
- PCNU, PWNU, dan PCINU masing-masing mengajukan nama calon.
- Calon disaring dan diverifikasi sesuai aturan dan tata tertib muktamar.
- Tiga nama yang lolos diserahkan kepada AHWA untuk dimusyawarahkan.
- AHWA bersama Rais Aam terpilih menetapkan satu nama sebagai Ketua Umum PBNU secara mufakat.
Perubahan ini memperkuat peran AHWA dalam proses suksesi kepemimpinan NU, dengan tujuan memastikan pemilihan pimpinan yang tidak hanya berbasis suara, tetapi juga mempertimbangkan kualitas, kelayakan, dan kematangan organisasi.
Hingga saat ini, AHWA telah resmi terbentuk dan sedang menjalankan proses musyawarah untuk menentukan nama terbaik dari tiga kandidat yang telah lolos. Suasana muktamar berlangsung penuh harapan, dengan para muktamirin dan seluruh elemen NU menantikan hasil keputusan yang diambil secara mufakat demi kemaslahatan organisasi dan umat.
Ketiga nama yang masuk dalam daftar final masing-masing memiliki latar belakang, pengalaman, dan basis dukungan yang kuat di kalangan warga NU. Proses musyawarah AHWA diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang menyatukan seluruh komponen NU, menjaga keutuhan, serta membawa organisasi ini semakin maju di bawah kepemimpinan baru untuk lima tahun ke depan.
Sesuai hasil akhir yang telah disampaikan sebelumnya, AHWA secara mufakat menetapkan KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031. (dcky)











