Wartajombang.com — Hasil rekapitulasi nasional tabulasi suara lima besar calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026–2031 telah dirilis pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Berdasarkan data rekapitulasi yang disampaikan, KH. Abdul Hakim Mahfudz menempati urutan teratas dengan perolehan 472 suara, unggul cukup jauh dibandingkan kandidat-kandidat lainnya.
Di posisi kedua berada KH. Zulfa Musthofa dengan perolehan 262 suara, sementara di urutan ketiga KH. Abdussalam Shohib memperoleh 261 suara, selisih yang sangat tipis hanya satu suara dengan posisi kedua.
Selanjutnya di urutan keempat adalah petahana, KH. Yahya Cholil Staquf, yang meraih 258 suara, dan di urutan kelima KH. Nusron Wahid dengan 207 suara.
Hasil rekapitulasi ini mencerminkan penyebaran dukungan yang luas di kalangan para muktamirin dari seluruh Indonesia, dengan KH. Abdul Hakim Mahfudz tampil sebagai kandidat yang memperoleh suara terbanyak di antara lima nama yang masuk dalam daftar besar.
Perlu diketahui bahwa proses ini berlangsung setelah Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU memutuskan perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU, di mana sistem pemilihan langsung satu orang satu suara diubah menjadi mekanisme pengusulan calon oleh PCNU, PWNU, dan PCINU, kemudian ditetapkan oleh Rais Aam terpilih bersama anggota AHWA. Hasil tabulasi ini menjadi salah satu bahan pertimbangan penting dalam proses penetapan kepemimpinan baru organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut untuk periode lima tahun ke depan.
Muktamar ke-35 NU yang digelar di Jombang ini menjadi saksi perubahan penting tata kelola suksesi kepemimpinan NU, di mana hasil rekapitulasi suara ini menjadi langkah awal sebelum penetapan resmi Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031. Seluruh proses berlangsung dalam suasana demokrasi organisasi yang dinamis, mencerminkan semangat musyawarah dan keberagaman dalam memilih pemimpin yang diharapkan mampu membawa NU semakin maju, berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara. (dcky)











