Cegah Gangguan Gagal Ginjal Kronik, Dinas Kesehatan Jombang Gelar Workshop

  • Whatsapp
dinas kesehatan jombang
Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab Didampingi dan dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Jombang, Drs. Purwanto MKP, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, drg. Budi Nugroho, MPPM, saat membuka acara.

JOMBANG, WartaJombang.com — Dalam rangka menarik Hari Kesehatan Nasional ke-57 tahun 2021. Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang menyelenggarakan Workshop Gangguan Ginjal Kronik (GGK) di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (18/11/2021)

Kegiatan yang melibatkan kaum perempuan dari Organisasi Wanita yang ada di Kabupaten Jombang ini dibuka oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab Didampingi dan dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Jombang, Drs. Purwanto MKP, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, drg. Budi Nugroho, MPPM, Direktur RSUD Jombang; dr. Puji Umbaran, MKP. Acara diawali dengan santunan anak yatim piatu.

Bacaan Lainnya

Materi pada Workshop tersebut disampaikan oleh dr. Agatha Maharani Sp.En (RSUD Jombang), Serta Evi Cahyanistyas, DH, SGZ, RD (RSUD Jombang), diantaranya menyampaikan bahwa salah satu penyakit yang mengalami peningkatan yang cukup cepat adalah penyakit Gagal Ginjal kronik. Gagal ginjal kronis adalah ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap akibat kerusakan jaringan ginjal. Gagal ginjal kronis disebabkan oleh kerusakan jaringan ginjal yang dipicu oleh penyakit jangka panjang.

Penyakit ginjal kronis tergolong penyakit yang bertahan lama, tidak dapat disembuhkan secara medis, dan memerlukan waktu pengobatan yang lama yaitu dengan hemodialisa (cuci darah).

Pada awalnya, penyakit kronis tidak menunjukkan gejala khas sehingga penyakit ini sering terlambat diketahui dan tidak melakukan pengobatan yang tepat.Tanda dan gejala yang timbul karena penyakit ginjal sangat umum dan dapat ditemukan pada penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, perubahan frekuensi buang air kecil dalam sehari, adanya air dalam urin, mual dan muntah serta bengkak, terutama pada kaki dan darah kaki.

Beberapa penyakit yang bisa menjadi penyebab gagal ginjal adalah diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit asam urat. Yang semua dapat dikendalikan melalui cerdik (cek kesehatan secara teratur, aktifkan merokok, rajin berolahraga, diet seimbang, istirahat yang cukup dan mengelola stres).

Di Kabupaten Jombang berdasarkan laporan Puskesmas pada tahun 2019 ada sebanyak 75 kasus, tahun 2020 sebanyak 89 kasus, dan tahun 2021 (sampai bulan November 2021) terdapat 75 kasus, terjadi peningkatan jumlah kasus.

Walaupun pelayanan hemodialisis (cuci darah) di Rumah Sakit Umum Daerah Jombang sudah dapat menanganinya, tetapi alangkah baiknya bila kita mampu mencegah komplikasi gagal ginjal ini.

Penanganan Gagal Ginjal Kronik (GGK) bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah penyakit ini bertambah buruk akibat limbah yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh, bukan untuk mengobati ginjal itu sendiri.

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab mengapresiasi kegiatan positif yang melibatkan Organisasi Wanita seperti Aisiyah, Muslimat, Fatayat, PKK Kecamatan, Dharma Wanita, Persit dan Bhayangkari guna mencegah Gangguan Ginjal Kronik.

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan Gagal Ginjal Kronik (GGK) dengan menjalani pola hidup, bersih dan sehat (PHBS) dan mengontrol penyakit yang dapat meningkatkan risiko gagal kronis.

Disebutkan Bupati ada beberapa cara untuk mengurangi risiko penyakit ginjal. Pertama, tetap bugar dan aktif. Kedua, makan makanan yang sehat. Kurangi asupan garam. Ketiga, periksa dan kendalikan gula darah. Keempat, kendalikan dan kendalikan tekanan darah. Kelima, tekanan darah tinggi harus diobati lebih awal dengan perubahan gaya hidup setiap hari minimal harus mengkonsumsi 8 cangkir, sekitar 2 liter per hari untuk orang sehat dalam kondisi iklim yang nyaman, atau tergantung kondisi kesehatan seseorang, Ketujuh, jangan merokok. Kedelapan, jangan minum obat anti radang/pereda nyeri secara rutin tanpa resep dokter. Kesembilan, periksalah fungsi ginjal, jika memiliki satu atau lebih faktor ‘risiko tinggi’ seperti; menderita diabetes, menderita hipertensi; kegemukan dan memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal.

“Undangan yang utama ibu-ibu ini karena kaum ibu adalah tokoh sentral di. Tugas panjenengan setelah sosialisasi ini adalah penyebaran informasi keluarga minimal ke anggota masing-masing, dan masyarakat Jombang umumnya, sehingga visi dan misi kepemimpinan Bupati Jombang dapat tercapai,” tandas Bupati Munjidah Wahab.(pras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar