Hadapi Dinamika Politik dan Sosial, Majelis Liwetan Hadir Persatukan Warga Jombang

majelis liwetan
Suasana Majelis Liwetan di lapangan kafe omah ngapit, Perumahan Mojongapit Indah, Jombang, Rabu (29/11) malam. (wartajombang.com/oby)

WartaJombang.com — Warga dari berbagai lintas dan tokoh menggelar Majelis Liwetan di lapangan kafe omah ngapit, Perumahan Mojongapit Indah, Jombang, Rabu (29/11) malam. Majelis liwetan ini digelar sudah ke sebelas kali sejak dimulai sekira tahun 2017.

Majelis liwetan ini dipelopori oleh Abdul Hamid Hamdah, aktifis sosial. Acara yang diberi judul “Liwetan 2023 Untuk Masyarakat Jombang Lebih Damai” ini dihadiri oleh sekitar 200 warga dari berbagai komunitas mulai politisi, pengasuh pesantren, pengusaha dan warga nahdliyin.

Bacaan Lainnya

Turut hadir, tamu kehormatan Pengasuh Ribath Ar Risalah Pondok Pesantren Darul Ulum KH Rohmatul Akbar atau Gus Bang, Pengamat Kebijakan Publik DR Solikhin Ruslie. Selain itu, hadir pula beberapa calon anggota legislatif diantaranya Ramlan dari PAN, Farabi dari PPP, Radian Wicaksono dari Gerindra, Ivan dari PDIP dan juga pengurus Partai Politik lainnya.

Penyelenggara Majelis Liwetan 2023, Abdul Hamid Hamdah mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk silaturahim yang digelar untuk merekatkan persaudaraan dari berbagai komunitas baik pengurus partai politik, pengusaha, aktifis sosisal dan warga nahdliyin, serta menjaga keakraban yang sudah terbangun.

“Ide acara ini tercetus tahun 2017. Waktu itu, selesai Pemilukada DKI, dan menyambut Pilbup Jombang dan Pemilu 2019, serta perhelatan Konfercab NU di Tebuireng. Nah, untuk menjaga kondusifitas dan persaudaraan seutuhnya. Maka digelar liwetan ini,” kata Hamid, Kamis (30/11).

Yang pertama, Sebut Hamid, di Ndhalem Kasepuhan Gus Dur, jalan Juanda tepatnya Gus Ikbal yang menjadi tuan rumah. Seusai di tempatnya Gus Ikbal, majelis liwetan ini sudah berjalan beberapa kali dan sekarang yang kesebelas di Omah Kafe Ngapit.

“Pernah di Ndalem e Gus Han Pengasuh Ponpes Quenn Darul Ulum, Gus Aam Ponpes Bahrul Ulum, di Gus Jauharudin Tampingmojo. Bahkan, di Polres juga pernah liwetan bareng. Banyak tokoh yang hadir, mulai akademisi, politisi, pengusaha dan aktifis sosial,” ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Cak Hamid ini mengungkapkan bahwa kegiatan bisa terselenggara juga adanya donatur yang bersedia dari berbagai kalangan memberikan sumbangsih. Mulai pengusaha, politisi dan tokoh organisasi masyarakat.

“Sponsor ada dari Gus Sentot tokoh ormas dan anggota DPRD, pengusaha ada dari H Juliono, Pak Hasyim Direktur Tiber, dan Mas Farid politisi, Ada dari Gus Bang Pengasuh Ponpes. Intinya, kegiatan majelis liwetan ini satu tujuan yaitu guyub rukun dan seduluran selamanya,” paparnya.

Cak Hamid ini menuturkan bahwa apapun pilihan dan siapapun yang terpilih dalam berbagai kontestasi baik itu Pemilu, Konfercab dalam sebuah organisasi tetap harus mengedepankan kerukunan dan persatuan.

“Tim sukses presiden dan tim sukses lainnya tetap guyub rukun saklawase (selamanya). Karena seduluran (persaudaraan) itu lebih utama. Usai perhelatan tetap sambung silaturahim. Bukan terbawa arus perbedaan,” ujar dia.

Sementara itu, KH Rohmatul Akbar mengapresiasi apa yang dilakukan oleh komunitas lintas sektor dalam majelis liwetan tersebut.”Selain kompak, ini juga sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad. Yakni terus menjaga silaturahim dan menghadiri majelis-majelis ilmu,” katanya.

Menurut pengasuh pesantren yang populer dipanggil Gus Bang menilai, kegiatan ini sangat bagus dan harus terus dilestarikan. Meski didalam perjalanannya terdapat perbedaan pendapat, namun utama harus tetap menjaga silaturahim dan mempererat persatuan.

Gus Bang juga mendukung penuh atas kegiatan ini. “Tahun depan, atau kapan nanti buatkan lagi kegiatan seperti majelis liwetan ini dengan acara yang¬†lebih meriah lagi, dengan banyak peserta liwetan yang hadir lebih besar,” pungkasnya. (oby/pras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *