Wartajombang.com — Semangat persaudaraan lintas daerah tampak begitu kuat dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Salah satu pemandangan yang mencuri perhatian adalah hadirnya rombongan peserta dari Papua yang datang membawa semangat kebersamaan dari ujung timur Indonesia.
Perjalanan panjang menuju Jombang tidak menyurutkan semangat warga Papua untuk menjadi bagian dari perhelatan besar organisasi Nahdlatul Ulama. Dengan mengenakan atribut dan identitas khas daerah, mereka hadir menyatu bersama ribuan peserta Muktamar yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
Kehadiran kontingen Papua menjadi gambaran nyata bahwa NU memiliki ruang yang luas bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa membedakan latar belakang maupun wilayah asal. Dari tanah Papua hingga Pulau Jawa, para Nahdliyin bertemu dalam satu forum dengan semangat yang sama, yakni menjaga persaudaraan dan memperkuat organisasi.
Bagi rombongan dari Papua, kehadiran di Muktamar ke-35 bukan sekadar mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka juga membawa aspirasi dari wilayah timur Indonesia untuk disampaikan dalam forum tertinggi NU tersebut.
Muktamar menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan, sekaligus ikut menentukan arah perjalanan NU dalam lima tahun mendatang. Karena itu, kehadiran peserta dari Papua menunjukkan bahwa wilayah timur Indonesia juga memiliki perhatian dan kontribusi penting dalam perkembangan organisasi.
Di tengah padatnya agenda Muktamar, termasuk pembahasan berbagai persoalan organisasi dan proses pemilihan kepemimpinan PBNU periode mendatang, keberadaan peserta Papua menjadi simbol kuat persatuan warga Nahdliyin.
Kebersamaan yang terlihat di arena Muktamar juga memperlihatkan bahwa perbedaan jarak dan kondisi geografis bukan penghalang untuk membangun persaudaraan. Papua dan Jawa dipertemukan dalam satu ruang, begitu pula para peserta dari wilayah barat, tengah, hingga timur Indonesia.
Muktamar ke-35 NU di Jombang akhirnya tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga menjadi panggung yang memperlihatkan wajah Indonesia yang beragam. Berbagai suku, daerah, budaya, dan latar belakang hadir dalam satu semangat kebangsaan.
Dari Bumi Cenderawasih hingga Tambakberas, pesan yang dibawa para peserta Papua begitu jelas: persaudaraan tidak mengenal batas wilayah. NU menjadi salah satu ruang yang mempertemukan keberagaman Nusantara dalam satu ikatan, dengan semangat menjaga persatuan, memperkuat kebangsaan, dan bersama-sama menatap masa depan Indonesia. (dcky)
Wartajombang.com — Suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sempat memanas pada… Read More
WartaJombang.com— Pengurus Pusat (PP) Pagar Nusa menegaskan sikap netral dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok… Read More
Wartajombang.com — KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf mengajak seluruh pendukung dan simpatisannya untuk tetap tenang serta menjaga keamanan… Read More
Wartajombang.com— KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026–2031. Penetapan… Read More
Wartajombang.com— Kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021–2026 resmi berakhir setelah Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan diterima oleh peserta Muktamar… Read More
Wartajombang.com — Proses pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) semakin memasuki tahapan… Read More