Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan saat memimpin konferensi pers di mapolres Jombang. (wartajombang.com/dcky)
WartaJombang.com — Berakhir sudah aksi meresahakan sekumpulan pemuda yang membuat gaduh di wilayah Kabupaten Jombang.
Dari keenam pelaku yang di amankan oleh Satreskrim Polres Jombang mayoritas masih pelajar. Mereka diduga menjadi admin akun instagram bertema gangster.
Dari keenam pelaku empat di antaranya berstatus sebagai pelajar masing masing berasal dari jenjang SMP, MTS dan SMA.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan dalam konferensi pers pada kamis (10/04/2025) mengungkapkan mereka membuat gaduh masyarakat dengan cara mengunggah video yang memperlihatkan Kota Jombang dalam kondisi tidak aman. Dalam konten tersebut terlihat aktivitas remaja yang mengendarai motor di malam hari secara ugal ugalan dan membawa senjata tajam.
“Setelah kami selidiki lebih dalam, Dalam konten tersebut sebagain besar di buat di luar Kabupaten Jombang. Melainkan di ambil dari media sosial lain yang berasal dari luar bahkan luar pulau jawa,” Ungkap AKBP Ardi.
Sontak hal ini menimbulkan gaduh bagi masyarakat. Mereka takut akan keluar malam karena ulah gangster tersebut.
Dari hasil identifikasi terungkap kempat akun tersebut bernama Salvador Jombang 012, Agen Khusus Pemberontak (AKP14), Orang kerennya Jombang (OKJ) Dan Gengster Selatan Horor.
“Dari konten yang di unggah di media sosial tersebut memberikan dampak rasa tidak aman dan kecemasan bagi masyarakat. Meskipun konten tersebut tidak di buat di jombang,” Terangnya.
Terungkap identitas pelaku yaitu GDA(15), JAN(16), MF(15), FMB(21), AWD(21) dan NAP(18), Selanjutnya guna memastikan efek jera, Polisi mengambil langkah pembinaan yaitu, Memanggil Orangtua, Memanggil BK dan Guru Sekolah, Memanggil perangkat desa, Membuat surat pernyataan dan setiap hari harus wajib lapor. Tak hanya itu akun media sosial dan grup whatsapp juga di bubarkan.
Menurut Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan motif mereka yaitu untuk berkumpul mencari teman, Menjual artibut bersimbol perkumpulan mereka yang mereka anggap keren. Namul hal tersebut ternyata dapat membuat gaduh dan menggangu ketertiban.
Kapolres Jombang juga menghimbau bagi masyarakat, Terutama pelajar agar lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial dan tidak membuat konten yang dapat membuat gaduh, Tak hanya itu Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya terlah berkoordinasi dengan Pemerintah daerah, Kodim dan pihak terkait untuk berominten menjaga ketertiban baik di wilayah digital maupun di dunia nyata.
“Saat ini keenam pelaku yang di amankan masih dalam proses pembinaan dan wajib lapor, Selanjutnya apabila dalam proses penyelidikan di temukan unsur tindak pidana maka mereka akan kami proses sesuai undang undang yang berlaku,” tuturnya. (dcky/pras)
WartaJombang.com -- Proyek pembangunan jalan lingkungan rabat beton Desa Perak Kecamatan Perak Kabupaten Jombang jadi sorotan lantaran kualitas pekerjaan dinilai… Read More
WartaJombang.com -- Suasana Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (24/08/2025) sore. Ribuan warga tumpah… Read More
WartaJombang.com - Dalam rangka merayaktan hari ulang tahun republik indonesia ke 80 tahun Pemdes Panglungan Kecamatan Wonosalam Jombang menggelar festival… Read More
WartaJombang.com -- Perhutani (Kesatuan Pemangkuan Hutan) KPH Jombang bersama Dandim 0810/Nganjuk, gelar Rakor (Rapat Koordinasi) tindak lanjut kunjungan Dandim 0810… Read More
WartaJombang.com -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Manajemen Satuan Pendidikan Anak Usia Dini… Read More
WartaJombang.com -- Dalam rangka peningkatan pribadi rimbawan yang dapat membanggakan, Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur lakukan pembinaan karyawan usai… Read More